Modus penipuan dengan menggunakan aplikasi palsu semakin marak terjadi di masyarakat. Berikut ini adalah penjelasan mengenai cara kerja modus penipuan ini dan apa yang terjadi jika tidak sengaja menginstall file APK dari penipu:
Penargetan
Pelaku akan menargetkan orang-orang yang tidak begitu mengerti teknologi secara spesifik, biasanya orang yang lebih tua seperti bapak-bapak atau ibu-ibu yang tidak terlalu peduli dengan file extension seperti APK.
Pesan palsu
Setelah mendapatkan segmen dan nomor target, pelaku akan mengirim pesan palsu seperti "selamat siang, apa benar dengan bpk.anu atau ibu.anu ada paket dari JNX yaitu xxxx silahkan lihat foto paketnya di sini...".
CONTOH SCREENSHOT PESAN PALSU DARI PENIPU DAN FILE FOTO YANG SEBENARNYA ADALAH FILE APK
File foto palsu yang sebenarnya adalah file APK
Target akan membuka apa yang dikirimkan oleh pelaku karena penasaran dengan foto paketnya. Namun, foto yang terlampir bukanlah foto melainkan file berextension APK. File APK adalah sebuah aplikasi yang bisa diinstal di Android.
Apa itu file extension?
File extension adalah bagian dari nama file yang terletak setelah titik atau dot. File extension memberikan informasi tentang jenis atau format file tersebut. Contohnya, sebuah file dengan nama "mydocument.docx" memiliki file extension ".docx" yang menunjukkan bahwa file tersebut adalah dokumen Microsoft Word yang berformat docx. Beberapa contoh file extension umum antara lain .txt (file teks), .jpg atau .png (file gambar), .mp3 atau .wav (file audio), dan .mp4 atau .mov (file video).
BEBERAPA FILE EXTENSION DALAM OS WINDOWS
Mendapatkan permission
Setelah gambar foto di-download, yang ter-download bukan file foto melainkan aplikasi Android. Biasanya aplikasi tersebut akan meminta pemilik Android untuk menginstall APK tersebut segera setelah selesai terdownload. Disinilah ketelitian pengguna Android diuji, karena perlu diingat bahwa untuk menginstal APK yang bukan dari penyedia APK resmi (play store) perangkat Android akan meminta kepastian / peringatan apakah benar dan yakin pengguna Android mau menginstall APK ini, bahasa IT-nya adalah "allow permission". Jika permission diberikan, APK tersebut bisa mengakses apapun yang diminta oleh sipembuat APK (pelaku), seperti membaca SMS (biasanya untuk melihat kode OTP), akses trafik internet, rekam layar/audio, dan bahkan bisa dipakai untuk akses ke m-banking dan kawan-kawannya yang biasanya membutuhkan security double layer.
CONTOH PERMINTAAN (ALLOW PERMISSION) UNTUK MENGAKSES DATA
Apa itu Security Double layer?
Security double layer adalah metode keamanan yang menggabungkan dua atau lebih lapisan keamanan untuk memastikan bahwa hanya pengguna yang sah yang dapat mengakses informasi atau fitur tertentu. Contohnya adalah ketika melakukan transaksi keuangan melalui internet banking atau melakukan pembayaran (check-out) barang belanjaan melalui online shop, selain memasukkan password, kita juga harus memasukkan kode OTP yang dikirimkan melalui SMS atau aplikasi autentikasi.
Password dan OTP
Setelah file APK berhasil terinstall dan mendapat permission dari target, dari jauh (remote) sipelaku akan mentrigger aktivitas banking target dengan mengirimkan link atau pop-up berisi form untuk pengambilan paket. Tujuannya adalah target akan membuka aplikasi banking dan mengisi password. Saat target mengisi password yang tepat, hasil tapping pada keyboard akan terkirim ke pelaku dan pelaku akan mendapatkan password banking target. Selanjutnya, pelaku akan mencari OTP yang mudah ditemukan karena setiap aktivitas pada Android target akan terekam dan dikirimkan ke server pelaku.
CONTOH ANDROID YANG TELAH TERINSTALL APK JAHAT PELAKU PENIPUAN, SEGALA AKTIFITAS AKAN TEREKAM
Jika kedua hal tersebut sudah bisa didapatkan yaitu password dan OTP, maka pelaku bebas melakukan transaksi dari banking target, seperti mentransfer semua saldo rekening target ke rekening pelaku.
Cara menghindari penipuan dengan aplikasi palsu adalah dengan selalu berhati-hati saat menerima pesan dari nomor yang tidak dikenal atau mengunduh aplikasi dari sumber yang tidak jelas. Pastikan juga bahwa aplikasi yang diinstal berasal dari sumber yang terpercaya, seperti Google Play Store. Jangan memberikan informasi penting seperti password dan OTP kecuali Anda yakin bahwa aplikasi tersebut benar-benar aman dan dikeluarkan oleh penyedia resmi.